Selasa, 16 Agustus 2016

LA BELLE ET LA BETE (2014) : SISI KELAM DIBALIK ROMANTISME


Sutradara                    : Christophe Gans
Pemain                        : Vincent Cassel, Lea Sydoux
Produser                     : Richard Grandpierre
Tanggal Rilis               : 12 Februari 2014 (Prancis), 14 Februari 2014 (Berlin)
Durasi                          : 112 minutes
Genre                          : Fantasy/ Thriller

Entah sudah berapa kali kisah klasik Si Cantik dan Si Buruk Rupa ini diadaptasi. Kisah karangan novelis Prancis ini telah berulang kali diangkat ke layar kaca, layar lebar, panggung teater hingga animasi. Salah satu karya adaptasi yang paling popular adalah film animasi Disney tahun. Film ini bahkan menjadi film animasi pertama yang mendapatkan nominasi Best Picture di ajang Academy Award.
Jika kebanyakan kisah Si Cantik dan Si Buruk Rupa diangkat dari karangan Jeanne-Marrie Leprince de Beaumont, maka lain halnya dengan kisah di film ini yang justru diangkat dari versi Gabrielle-Suzanne Barbot de Villenueve. Dia  tercatat sebagai pengarang yang terlebih dahulu memperkenalkan kisah ini
Andre Dussollier (ayah Belle), seorang pedagang yang terjebak dalam badai besar, tanpa sengaja menemukan mansion di tengah hutan. Lalu ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari menikmati sajian makanan yang tersaji di atas meja perjamuan. Setelah merasa cukup, iapun hendak melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba ia melihat sebuah Mawar di taman mansion tersebut dan tertarik untuk memetiknya. Ia bermaksud memberikan bunga itu kepada putrid bungsunya, Belle. Namun, sesosok makhluk buas (Vincent Cassel) yang tak lain adalah pemilik mansion tersebut marah dan menginginkan nyawanya sebagai pengganti dari mawar tersebut. Belle (Lea Seydoux) yang merasa tidak rela jika sang ayah menjadi tawanan rela menggantikan posisi ayahnya demi keselamatan keluarganya.
Berbeda dengan versi kebanyakan yang lebih menampilkan sisi romantis, sutradara sekaligus penulis naskah, Christophe Gans, bersama dengan Sandra Vo-Anh, justru menampilkan sisi yang lebih gelap dan kelam dari kisah yang begitu popular karena keromantisannya ini. Tentu ini merupakan nilai plus. Hanya saja hal ini tidak didukung dengan akting dari kedua tokoh utama,  Lea Seadoux dan Vincent Cassel. Keduanya tampil biasa saja sehingga membuat film yang bernuansa gelap ini cenderung membosankan.  
Meski demikian, mata penonton masih dimanjakan dengan sinematografi yang menarik. Detail pada property yang digunakan, mulai dari bangunan, kostum, hingga peralatan perang mampu memberikan kesan nyata.
La Belle Et La Bete memang merupakan satu dari sekian banyak karya adaptasi dari kisah klasik Si Cantik dan Si Buruk Rupa. Namun, keberanian Gans dan Vo-Anh yang berani tampil beda khususnya di sisi penceritaan yang lebih gelap patut diacungi jempol. Ciri khas itulah yang kemudian membuat film produksi Prancis dan Jerman ini berbeda dengan karya adaptasi lainnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar