Sutradara :
Christophe Gans
Pemain :
Vincent Cassel, Lea Sydoux
Produser
: Richard Grandpierre
Tanggal Rilis :
12 Februari
2014 (Prancis), 14 Februari 2014 (Berlin)
Durasi :
112 minutes
Genre : Fantasy/ Thriller
Entah sudah berapa kali kisah
klasik Si Cantik dan Si Buruk Rupa ini diadaptasi. Kisah karangan novelis
Prancis ini telah berulang kali diangkat ke layar kaca, layar lebar, panggung
teater hingga animasi. Salah satu karya adaptasi yang paling popular adalah
film animasi Disney tahun. Film ini bahkan menjadi film animasi pertama yang
mendapatkan nominasi Best Picture di ajang Academy Award.
Jika kebanyakan kisah Si Cantik
dan Si Buruk Rupa diangkat dari karangan Jeanne-Marrie Leprince de Beaumont,
maka lain halnya dengan kisah di film ini yang justru diangkat dari versi
Gabrielle-Suzanne Barbot de Villenueve. Dia
tercatat sebagai pengarang yang terlebih dahulu memperkenalkan kisah ini
Andre Dussollier (ayah Belle),
seorang pedagang yang terjebak dalam badai besar, tanpa sengaja menemukan
mansion di tengah hutan. Lalu ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari
menikmati sajian makanan yang tersaji di atas meja perjamuan. Setelah merasa
cukup, iapun hendak melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba ia melihat sebuah
Mawar di taman mansion tersebut dan tertarik untuk memetiknya. Ia bermaksud
memberikan bunga itu kepada putrid bungsunya, Belle. Namun, sesosok makhluk
buas (Vincent Cassel) yang tak lain adalah pemilik mansion tersebut marah dan
menginginkan nyawanya sebagai pengganti dari mawar tersebut. Belle (Lea
Seydoux) yang merasa tidak rela jika sang ayah menjadi tawanan rela
menggantikan posisi ayahnya demi keselamatan keluarganya.
Berbeda dengan versi kebanyakan
yang lebih menampilkan sisi romantis, sutradara sekaligus penulis naskah,
Christophe Gans, bersama dengan Sandra
Vo-Anh, justru menampilkan sisi yang lebih gelap dan kelam dari kisah yang
begitu popular karena keromantisannya ini. Tentu ini merupakan nilai plus.
Hanya saja hal ini tidak didukung dengan akting dari kedua tokoh utama, Lea Seadoux dan Vincent Cassel. Keduanya
tampil biasa saja sehingga membuat film yang bernuansa gelap ini cenderung
membosankan.
Meski demikian, mata penonton
masih dimanjakan dengan sinematografi yang menarik. Detail pada property yang
digunakan, mulai dari bangunan, kostum, hingga peralatan perang mampu
memberikan kesan nyata.
La Belle Et La Bete memang
merupakan satu dari sekian banyak karya adaptasi dari kisah klasik Si Cantik
dan Si Buruk Rupa. Namun, keberanian Gans dan Vo-Anh yang berani tampil beda
khususnya di sisi penceritaan yang lebih gelap patut diacungi jempol. Ciri khas
itulah yang kemudian membuat film produksi Prancis dan Jerman ini berbeda
dengan karya adaptasi lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar